<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pelajar-nu.com</title>
	<atom:link href="http://pelajar-nu.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelajar-nu.com</link>
	<description>Situs Alternatif Kaum Muda NU</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Feb 2010 09:56:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/25/muhammad-pemimpin-moralis-yang-tak-berwajah-pembohong/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/25/muhammad-pemimpin-moralis-yang-tak-berwajah-pembohong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 09:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Mantan Menteri  Agama KH Tolchah Hasan bertindak sebagai pengisi hikmah Maulid dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Istana Negara. Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono itu, KH Tolchah Hasan menceritakan sosok Nabi Muhammad sebagai figur pemimpin yang moralis, tidak memiliki wajah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Mantan Menteri  Agama KH Tolchah Hasan bertindak sebagai pengisi hikmah Maulid dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Istana Negara. Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono itu, KH Tolchah Hasan menceritakan sosok Nabi Muhammad sebagai figur pemimpin yang moralis, tidak memiliki wajah pembohong.</p>
<p>&#8220;Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh di dunia. Moralis, jujur, dan bertanggung jawab,&#8221; demikian pujian KH Tolchah di hadapan ratusan hadirin peserta peringatan Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.</p>
<p>Hadir dalam acara tersebut para duta besar negara sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II beserta para istri dan suami, serta para pemimpin lembaga tinggi negara.</p>
<p>Muhammad, menurut Tolchah, mengalami masa keemasan dalam memimpin Islam saat hijrah ke Madinah selama 10 tahun. Dalam masa itu, Muhammad didukung penuh oleh kaum muslimin, dicintai serta didukung habis-habisan.</p>
<p>&#8220;Beda dengan masyarakat Makkah, reaksi penduduk Makkah saat itu tak seperti di Madinah. Karena Nabi Muhammad berusaha untuk merubah feodalisme dan otoriter menjadi demokratis,&#8221; papar pengasuh pesantren mahasiswa Ainul Yaqin, Malang, Jawa Timur ini.</p>
<p>Bukan Cuma orang muslim saja yang cinta kepada Muhammad. Bahkan komunitas<br />
nonmuslim pun juga memberikan rasa hormat yang lebih kepada nabi akhir zaman<br />
tersebut. Dikisahkan oleh Tolchah, seorang intelektual Yahudi pada masa itu, Abdullah Bin Salam, begitu ingin melihat langsung sosok Muhammad.</p>
<p>&#8220;Saya ingin melihat sendiri wajah Muhammad. Setelah saya lihat sendiri wajahnya, saya jatuh cinta. Dan saya ikut mengagumi orang ini (Muhammad). Kenapa? Pertama kali saya melihat wajah Muhammad, saya yakin ini bukan wajah pembohong,&#8221; kata Abdullah Bin Salam seperti ditirukan oleh Tolchah.</p>
<p>Dan akhirnya, Abdullah Bin Salam pun masuk Islam setelah melihat wajah Muhammad yang tidak ada tampang pembohong itu. Muhammad, lanjut Tolchah, juga senantiasa membangun hubungan harmonis dengan umat, atau pun dengan sesama manusia. Muhammad juga mencetuskan masyarakat muslim yang berbudaya, religius, etis, demokratis dan damai.</p>
<p>Dalam suatu kisah, diceritakan ada seorang sahabat Nabi bernama Usamah Bin Zaid, meminta kepada Nabi Muhammad agar salah seorang warga Arab yang terpandang dan kaya yang melakukan perbuatan kriminal diminta untuk dibebaskan dari jeratan hukum. Muhammad pun dengan tegas menolaknya.</p>
<p>&#8220;Cara-cara seperti inilah yang salah. Orang miskin ditindak, tapi jika dia berasal dari golongan terhormat dibebaskan dari hukuman, saya tidak mau,&#8221; demikian kata Muhammad seperti ditirukan Tolchah.</p>
<p>Muhammad dianggap mempersatukan penduduk Madinah dan sekitarnya yang berbeda suku dan agama. Muhammad juga membebaskan kaum nonmuslim untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Sebagaimana tercantum dalam Piagam Madinah, cikal bakal Negara Islam Madinah dengan penduduk yang pluralis,&#8221; pungkas Tolchah.(anw/rdf)</p>
<p>Anwar Khumaini &#8211; detikNews</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/25/muhammad-pemimpin-moralis-yang-tak-berwajah-pembohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LEONARDO DA VINCI (1452-1519)</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/19/leonardo-da-vinci-1452-1519/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/19/leonardo-da-vinci-1452-1519/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 13:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[100 Tokoh Berpengaruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Kepalanya diloloskan bidan dari rahim sang ibu tahun 1452 dekat kota Florence, Italia. Dan kepalanya dimasukkan ke liang kubur tahun 1519. Dia itulah Leonardo dan Vinci. Abad demi abad tak membuat guram reputasinya selaku mungkin genius yang paling brilian yang pernah hidup di planit bumi ini. Kalau saja ada daftar &#8220;orang-orang termasyhur&#8221; sudah pasti Leonardo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepalanya diloloskan bidan dari rahim sang ibu tahun 1452 dekat kota Florence, Italia. Dan kepalanya dimasukkan ke liang kubur tahun 1519. Dia itulah Leonardo dan Vinci. Abad demi abad tak membuat guram reputasinya selaku mungkin genius yang paling brilian yang pernah hidup di planit bumi ini. Kalau saja ada daftar &#8220;orang-orang termasyhur&#8221; sudah pasti Leonardo da Vinci tercantum nomor wahid diantara lima puluh tokoh lainnya. </p>
<p>Tetapi, bakatnya dan reputasinya tampaknya dilebih-lebihkan jika diukur dari pengaruhnya terhadap sejarah.  Dalam buku catatannya, Leonardo meninggalkan sketsa banyak penemuan-penemuan modern, misalnya masalah pesawat terbang dan kapal selam. Karena catatan itu sekedar membuktikan kebrilianan dan orisinalitas, tak adalah pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pertama, Leonardo tidaklah membuat model dari penemuan-penemuan itu. </p>
<p>Kedua, meskipun ide-idenya amat cemerlang, tak menunjukkan bahwa ide-ide itu dapat dilaksanakan. Taruhlah ide-ide tentang pesawat terbang dan kapal selam itu: Jauh lebih sulit membuat model untuk pembuatan kongkritnya. Yang namanya penemu besar bukanlah sekedar mereka yang punya ide-ide brilian tetapi gagal mewujudkannya, tetapi yang disebut penemu besar itu adalah orang-orang seperti Thomas Edison, James Watt atau Wright bersaudara yang punya bakat mekanik dan ketekunan menggarap perincian-perincian dan mengatasi kesulitan pembuatannya hingga betul-betul berfungsi. </p>
<p>Leonardo tidak lakukan hal macam ini.  Lebih jauh dari itu, kendati sketsa-sketsanya memuat juga perincian-perincian yang diperlukan agar penemuannya bisa berwujud, toh masih ada juga bedanya, karena penemuan-penemuan itu cuma terkubur di buku catatan dan baru diterbitkan berabad-abad sesudah Leonardo sendiri mati. Pada saat catatan-catatannya diterbitkan (yang kebetulan teksnya ditulis di atas kaca), ide-ide yang termaktub dalam penemuan itu sudah ditemukan pula oleh orang-orang lain secara berdiri sendiri. Kita berkesimpulan, sebagai ilmuwan dan penemu, Leonardo tak punya pengaruh penting. </p>
<p>Pencantuman Leonardo dalam daftar ini karena itu disebabkan terutama pada karya-karya artistiknya. Leonardo memang seorang seniman kelas tinggi walau tidak setenar Rembrandt, Raphael, Van Gogh atau El Greco. Diukur dari akibat-akibat yang ditimbulkannya dalam hal perkembangan seni berikutnya, pengaruhnya jauh lebih kecil ketimbang Picasso maupun Michelangelo.  Leonardo punya kebiasaan yang patut disayangkan. Dia memulai sesuatu proyek dengan ambisi yang berkobar-kobar, tetapi tak pernah merampungkan sebagaimana mestinya. Katakanlah dia itu &#8220;panas-panas tai ayam.&#8221; Akibatnya, hasil lukisannya yang tuntas jumlahnya jauh lebih sedikit ketimbang karya pelukis-pelukis yang disebut di atas. Karena terlampau sering dia pindah dari satu lukisan yang belum rampung ke lukisan lainnya lagi, Leonardo berhasil membagi-bagi bagian penting dari bakatnya yang luar biasa. Walau tampaknya kikuk, menganggap Leonardo seorang yang kurang begitu becus padahal dialah pencipta lukisan Mona Lisa, tetapi ini sudah jadi kesimpulan yang lazim dilakukan oleh mereka para ahli yang menyelidiki karier Leonardo.  </p>
<p>Mungkin saja Leonardo da Vinci orang yang paling berbakat yang pernah hidup, tetapi kelestarian karyanya relatif kecil. Dan meskipun dia seorang arsitek masyhur, tampaknya dia belum pernah mendirikan bangunan yang betul-betul terbangun. Dan tak satu pun karya patung pahatnya yang masih bisa ditemukan sekarang. Peningggalan hasil bakatnya yang indah terdiri dari sejumlah sketsa, beberapa lukisan yang menakjubkan (tak sampai dua puluh lima jumlah yang masih tinggal), dan seperangkat catatan-catatan yang bisa membikin orang abad ke- 20 terbengong-bengong atas kegeniusannya, tetapi sedikit atau bahkan tak ada samasekali pengaruhnya terhadap ilmu pengetahuan atau pun bidang penemuan. Tetapi, betapa pun selangit bakatnya, tidaklah dia tergolong seratus tokoh yang berpengaruh yang pernah hidup di atas bumi kita yang bundar ini.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah</p>
<p>Michael H. Hart, 1978</p>
<p>Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982</p>
<p>PT. Dunia Pustaka Jaya</p>
<p>Jln. Kramat II, No. 31A Jakarta Pusat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/19/leonardo-da-vinci-1452-1519/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abu&#8217;l-Barakat al-Baghdadi, Ilmuwan Besar dari Baghdad</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/17/abul-barakat-al-baghdadi-ilmuwan-besar-dari-baghdad/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/17/abul-barakat-al-baghdadi-ilmuwan-besar-dari-baghdad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 13:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Kitab al-Mu&#8217;tabar menjadi karya fenomenal Barakat  yang berisi esai-esai tentang filsafat dan sains. 
Abu&#8217;l-Barakat al-Baghdadi dikenal sebagai seorang dokter dan filsuf.  Ia dikenal pula sebagai seorang saintis. Nama lengkapnya, Hibat-Allah  ibn Ali ibn Malka Abu&#8217;l-Barakat al-Baghdadi. Ia pun memiliki nama  julukan, Awhad al-Zaman atau orang ternama pada zamannya.
Julukan ini diyakini terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Kitab al-Mu&#8217;tabar</em> menjadi karya fenomenal Barakat  yang berisi esai-esai tentang filsafat dan sains. </strong></p>
<p>Abu&#8217;l-Barakat al-Baghdadi dikenal sebagai seorang dokter dan filsuf.  Ia dikenal pula sebagai seorang saintis. Nama lengkapnya, Hibat-Allah  ibn Ali ibn Malka Abu&#8217;l-Barakat al-Baghdadi. Ia pun memiliki nama  julukan, <em>Awhad al-Zaman</em> atau orang ternama pada zamannya.</p>
<p>Julukan ini diyakini terkait dengan profesi Barakat sebagai seorang  dokter. Sebab, ia merupakan dokternya para khalifah Baghdad, tempat ia  tinggal. Ia juga dokter langganan para sultan dari Dinasti Seljuk.  Selain melakukan praktik kedokteran, ia juga mengajar tentang  kedokteran.</p>
<p>Barakat memiliki sejumlah murid kedokteran. Ia tak hanya dikenal  dengan julukannya <em>Awhad al-Zaman,</em> tapi juga memiliki reputasi  luas karena karya fenomenalnya yang berjudul <em>Al Kitab al Mu&#8217;tabar</em>.</p>
<p>Karya ini berisi esai-esai Barakat tentang filsafat. Dalam esainya  itu, ia menguraikan konsep-konsep dasar tentang filsafat alam dengan  analisis yang tajam. Kitab ini disusun saat ia mencapai usianya yang  matang.</p>
<p><em>Kitab al-Mu&#8217;tabar</em> berisi refleksi-refleksi filosofis Barakat  yang dilakukannya dari waktu ke waktu. Terutama, mengenai logika,  fisika, ilmu pengetahuan alam, dan metafisika. Ia mengutip pula <em>Kitab  al-Shifa</em> yang ditulis cendekiawan Muslim ternama, Ibnu Sina.</p>
<p>Bahkan, dalam beberapa bagian bukunya, Barakat mengutip sepenuhnya  kalimat Ibnu Sina. Namun, ia pun menyanggah pemikiran Ibnu Sina dan  menguraikan alasan tak sependapat pemikirannya dengan Ibnu Sina  tersebut.</p>
<p>Barakat mengenalkan ide-ide alternatif yang menarik. Dan, ide  tersebut mengantarkan gaungnya pada perkembangan fisika modern. Seperti,  idenya mengenai gerak dan konsep tentang waktu. Pada 1938, seorang  ilmuwan, Shlomo Pines, menaruh perhatian besar pada ide inovatif Barakat  itu.</p>
<p>Pemikiran Barakat tentang gerak, di antaranya mengenai gerakan  proyektil, yang memiliki kaitan dengan perkembangan teknologi pada  beberapa abad kemudian. Ini bermula dari perbincangan mengenai bubuk  mesiu yang ditemukan di Cina.</p>
<p>Bubuk mesiu tersebut menjadi sangat populer dalam perang Eropa pada  abad ke-15. Bubuk ini digunakan pihak-pihak yang bertikai dalam  peperangan untuk mendorong proyektil besar, guna menghantam  tembok-tembok pertahanan kota yang mereka serang.</p>
<p>Pada pertengahan abad ke-16, para pakar senjata di Eropa mulai  mencari cara lain untuk meningkatkan daya jangkau kekuatan artileri  mereka. Ada sisi lain dari perkembangan itu yang menjadi sebuah polemik  dalam bidang sains.</p>
<p>Sebab, ternyata gerak proyektil yang didorong bubuk mesiu itu tak  sesuai dengan konteks doktrin gerak yang diusung oleh Aristoteles. Dalam  konteks ini, berdasarkan hukum gerak Aristoteles mestinya proyektil  yang dilontarkan jatuh langsung ke tanah.</p>
<p>Pada kenyataannya, proyektil itu justru tak langsung jatuh ke tanah  saat terlontar dari selongsong meriam. Sebaliknya, benda tersebut  bergerak mengikuti sebuah lintasan melengkung. Bahkan, para pendukung  Aristoteles yang paling setia pun melihat cacat doktrin itu.</p>
<p>Kritik terhadap konsep gerak yang diusung Aristoteles, sebenarnya  bermunculan sebelum abad ke-15. Banyak cendekiawan termasuk cendekiawan   Muslim melontarkan kritik terhadap doktrin gerak Aristoteles.</p>
<p>Misalnya, Joannes Philoponus yang lebih dikenal sebagai John the  Grammarian. Kritik itu lalu dikembangkan lebih jauh oleh cendekiawan  Muslim Ibnu Sina, Barakat, dan Ibnu Bajja dari Andalusia pada abad  ke-12.</p>
<p>Dalam konteks ini, Barakat menyatakan ada tenaga dorong dari meriam  untuk melontarkan proyektil. Hingga proyektil itu terdorong dan mencapai  jarak tertentu. Bukan seperti yang dilontarkan oleh Aristoteles bahwa  proyektil akan langsung jatuh ke bumi.</p>
<p>Hal itu tak akan terjadi, kata Aristoteles, jika ada penggerak yang  berhubungan dengan objek yang sedang bergerak. Saat penggerak tak ada,  objek itu akan langsung jatuh ke bumi. Pada kenyataannya, proyektil itu  tak langsung jatuh, tapi bergerak meniti garis lengkung.</p>
<p>Konsep yang diajukan oleh Barakat dan Ibnu Sina mengenai gerakan  proyektil ini, kemudian menjadi acuan pula bagi pengembangan konsep  dorongan dan momentum. Terutama, pada pemikiran yang dikembangkan  Galileo Galilei pada abad ke-17.</p>
<p>Pemikiran lain Barakat adalah mengenai akselerasi atau percepatan. Ia  mengatakan, percepatan gerak benda jatuh disebabkan adanya gaya  gravitasi yang menghasilkan kecenderungan alami benda tersebut untuk  jatuh.</p>
<p>Konsep pemikiran Barakat digunakan untuk mengantisipasi hukum dasar  mekanika klasik. Ia juga menjelaskan, percepatan yang dialami benda  berat yang jatuh merupakan kecenderungan alami. Pemikiran dia ini  mendorong lahirnya hukum dasar dinamika modern.</p>
<p>Paling tidak melalui pemikiran-pemikiran itu, Barakat telah  menyumbangkan banyak ide baru mengenai fisika yang berkaitan dengan  gerak. Selain mengemukakan hukum percepatan, dia juga menyatakan gerak  itu relatif.</p>
<p>Dalam <em>Kitab al-Mu&#8217;tabar</em>, Barakat memberi perhatian atas  kondisi yang saling memengaruhi antara kata-kata dan konsep. Misalnya,  ia mengembangkan teori inovatifnya tentang waktu. Ini terlontar setelah  ia menemukan sebuah kesimpulan.</p>
<p>Menurut Barakat, kata waktu yang digunakan dalam kehidupan  sehari-hari merupakan sebuah konsep fundamental. Ia mengatakan, waktu  merupakan sebuah entitas. Ia menegaskan pula bahwa waktu adalah ukuran  sesuatu yang terjadi bukan ukuran gerak seperti kata Aristoteles.</p>
<p>Barakat memiliki pula kontribusi pemikiran dalam bidang psikologi. Ia  membahas tentang kesadaran diri. Hal ini pernah pula diangkat oleh Ibnu  Sina, terutama yang berkaitan dengan kegiatan ini. Namun, Barakat  melakukan kajian lebih dalam.</p>
<p><strong>Kehidupan Barakat</strong><br />
Barakat hidup di abad ke-11  hingga abad ke-12. Ia lahir di Balad, sebuah kota di wilayah Tigris,  dekat Mosul, Irak. Ia dilahirkan di sebuah keluarga Yahudi. Laman <em>Muslimheritage</em> dan <em>Wikipedia,</em> mengungkapkan, akhirnya Barakat memutuskan  untuk memeluk Islam.</p>
<p>Saat menjalani profesinya sebagai seorang dokter, Barakat memiliki  saingan berat, yaitu seorang dokter Kristen bernama Ibn al-Tilmidh. Di  sisi lain, ia pun memiliki teman karib bernama Ishaq bin Ibrahim bin  Erza yang menulis sebuah buku berisi kata-kata sanjungan terhadapnya.</p>
<p>Ibn Abi-Usyabi&#8217;a in juga menulis sebuah karya yang berisi sejumlah  anekdot dan ungkapan, serta daftar sejumlah karya Barakat dalam bidang  kedokteran. Ini dianggap sebagai sebuah karya biografi tentang Barakat  yang lengkap.</p>
<p><strong><br />
Setumpuk Karya Barakat </strong></p>
<p>Harus diakui, karya fenomenal Abu&#8217;l-Barakat al-Baghdadi adalah <em>Kitab  al-Mu&#8217;tabar</em>. Karya ini berisikan beragam pemikiran Barakat dalam  sejumlah bidang, terutama filsafat dan sains. Namun, ada sejumlah karya  lain yang ditulis Barakat.</p>
<p>Di antaranya adalah karya dalam bidang kedokteran. Barakat memang  dikenal pula sebagai seorang dokter. Karyanya dalam bidang kedokteran  adalah risalah mengenai farmakologi yang berjudul <em>Sifat Barsha&#8217;tha,</em> dan berisi resep obat-obatan dari India.</p>
<p>Terdapat tiga salinan karya tersebut yang tersimpan di perpustakaan  Turki. Selain itu, ada risalah lain tentang farmakologi yang ditulis  oleh Barakat, yaitu risalah yang ia beri judul <em>Tiryaq Amir al-Arwah</em>.</p>
<p>Salinan karya tersebut tersimpan di Perpustakaan Kitapsaraydi Manisa,  Turki. Ada pula risalah lain mengenai pemikiran intelektual yang  berjudul <em>Maqala fi&#8217;l-&#8217;Aql</em>. Karya tersebut disimpan di  perpustakaan di Iran dan Leipzig, Jerman.</p>
<p>Ada pula risalah Barakat yang diberi judul <em>Risala fi Sabab Zuhur  al-Kawa-kib Laylan wa Khafa&#8217;iha Naharan</em>. Dalam risalahnya ini, ia  menjelaskan mengapa bintang bisa terlihat di langit pada malam hari.  Karya ini ditulis untuk menjawab pertanyaan Sultan Muhammad Tapar.</p>
<p>Manuskrip tentang karyanya itu disimpan di perpustakaan di Berlin,  Jerman, dan Hiderabad, Pakistan. Juga, ada risalah mengenai kajian  astronomi soal piring universal. Risalah ini berjudul <em>Risala fi  al-Amal bi al-Safiha al-Afaqiyyah</em>.</p>
<p>Naskah risalah itu tersimpan di perpustakaan di Nidge, Turki.</p>
<p>&gt;&gt;sumber: http://www.republika.co.id/node/102396</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/17/abul-barakat-al-baghdadi-ilmuwan-besar-dari-baghdad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh NU</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/13/tokoh-nu/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/13/tokoh-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 11:28:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[profile tokoh-tokoh NU
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>profile tokoh-tokoh NU</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/13/tokoh-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usulan anda tentang NU</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/11/usulan-anda-tentang-nu/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/11/usulan-anda-tentang-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 11:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Usulan Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[untuk kemajuan NU
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>untuk kemajuan NU</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/11/usulan-anda-tentang-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Opini</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/9/opini/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/9/opini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 11:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kolom Opini
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kolom Opini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/9/opini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita NU</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/7/berita-nu/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/7/berita-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 11:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Lintas NU, Berita NU nasional
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lintas NU, Berita NU nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/7/berita-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Lintas NU</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/5/ini-lintas-nu/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/5/ini-lintas-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 11:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Berita-berita dari Nu di daerah
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berita-berita dari Nu di daerah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/5/ini-lintas-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Test Berita</title>
		<link>http://pelajar-nu.com/2010-02/3/test-berita/</link>
		<comments>http://pelajar-nu.com/2010-02/3/test-berita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 11:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelajar-nu.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[berita nasional
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>berita nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelajar-nu.com/2010-02/3/test-berita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
